Perpindahan dari DigitalOcean ke Scaleway

Tidak terasa sudah 3 tahun saya menggunakan DigitalOcean sebagai provider di dalam menampung hobby project ataupun proyek produksi. Selama ini saya tidak mengalami banyak permasalahan yang signifikan, hingga selama setengah tahun terakhir sejak seluruh dunia terkena wabah virus corona. Koneksi saya ke Server Singapore sangatlah lambat, terutama jika dari ISP Telkom(Telkomsel, Indihome dll), sehingga saya kesulitan sekali mengkases VPS saya di DigitalOcean, terlebih lagi biaya server DigitalOcean naik karena terkena imbas volatile nya USD terhadap Rupiah.

Keadaan itu membuat saya mencari VPS provider lain yang lebih cheap dan lebih powerful untuk digunakan di dalam mendeploy proyek-proyek saya pribadi. Setelah lama mencoba disana sini, jatuhlah hati saya kepada Scaleway. VPS Provider Eropa berbasis datacenter di Perancis. Pertama karena biayanya murah (ya 10 USD VPS Digital Ocean = 3.5 USD VPS Scaleway, dimana itu ga masuk akal pakai banget), lalu network nya masih ok via Telkom Indonesia.

Untuk kasus Digital Ocean ini, engineer Digital Ocean sudah mengajukan nota keberatan kepada Telin, induk Telkom Indonesia di Singapore, untuk berhenti melakukan drop paket ke datacenter Singapore baik milik Digital Ocean, Vultr, maupun AWS (bayangkan AWS saja di drop, haduh -_-). Saya sendiri melalui perusahaan saya bernaung, saya juga mengajukan nota keberatan, tetapi pihak Telin di Singapore masa bodoh, mereka bilang itu kebijakan perusahaan, mereka tidak peduli dengan teriakan provider lain yang terkena impact nya, dimana menurut saya itu tidak adil. Hingga artikel ini saya tulis, masalah ini masih dilakukan, dengan alasan agar trafik web dari Indonesia tidak terlalu lambat, sehingga datacenter milik provider yang ada di Singapore tidak jadi prioritas.

Sebenarnya menurut saya ini mudah, Telkom menekan kita untuk pindah ke data center IIX, di Jakarta, tetapi masalahnya biaya sewa data center saja mahal, bahkan VPS ya yang notabene itu Virtual Private Server, yang seharga 5 USD di Digital Ocean, di Indonesia minim 60-100 USD per bulan nya, yang menurut saya ga masuk akal, biaya sewa data center nya pun sama seperti itu, tinggi nya amit-amit, narik kabel untuk international bandwith ya sulit sekali, sudah gitu lokal bandwith kadang kalau ada klien akses kadang di ISP tertentu di Indonesia masih masalah. Pusing sudah.

Ya sebenarnya untuk saya pribadi saya tidak terlalu masalah, wong blog saya sendiri trafiknya tidak besar, tetapi untuk perusahaan dimana saya bernaung yang punya data center di Singapore, membuat saya kelabakan pindah ke lokal server dan menambahi kerjaan orang untuk sesuatu yang tidak penting. Hal ini menyusahkan orang sih, yang pastinya.

Terlepas dari hal itu, saya hanya bisa mengatakan, sedih untuk telin, sudah semua trafik indo di proxy lewat network mereka, ketika mereka ga kuat, bilang dengan mudah drop trafik aja, kan ngacau itu. Tetapi sisi baiknya, saya jadi tahu scaleway, dan memindahkan server DO saya ke scaleway. Terlepas dari itu, waktunya libur. hahaa..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.