Everything – File Indexer Ala locate Linux di Windows (XP, Vista, 7, 8, 10)

Sejak 1 tahun terakhir, saya mencari alternative dari windows indexer yang cepat seperti locate cli di Linux, dengan hanya memasukan nama file pada cli linux, maka kita sudah bisa mencari file dengan cepat, karena locate sudah memiliki database nama file beserta lokasinya di harddisk. Command untuk locate dengan mudah dapat dijalankan sebagai berikut :

$ locate *.py
$ locate *readme*

Tetapi di windows, untuk mencari file, kita hanya bisa menggunakan 2 cara, 1 melalui indexing seperti pada locate, atau mencari file secara manual. Saya sudah menggunakan windows indexing sejak windows 7, tetapi hasil pencarian file tidak akan secepat di linux dan memakan waktu, apalagi sejak menggunakan windows 10, lamban, dan hasil tidak langsung muncul ada delay 1-5s hingga result muncul. Sejak Windows 10, terdapat opsi untuk melakukan indexing ke seluruh hard disk, dan saya mencoba menggunakan nya, hasilnya cukup buruk lambat nya tidak bisa dikira, banyak file yang dicari tidak keluar, dan ketika pada kondisi laptop menggunakan baterai, CPU usage kadang meninggi tanpa alasan yang jelas, membuat umur baterai laptop hanya bisa 30% dari kapasitas aslinya. Catatan tambahan untuk masalah ini, saya sudah menggunakan SSD SATA paling bagus di kelas nya, SAMSUNG 860 EVO, random speed read nya cepat, dan patut diacungi jempol.

Continue reading “Everything – File Indexer Ala locate Linux di Windows (XP, Vista, 7, 8, 10)”

More RAM and 2nd HDD on laptop, More Power Usage (Melepas RAM 8gb dan HDD 1TB)

2 tahun lalu, tepatnya tahun 2017, saya membeli HDD 1TB HGST, dan RAM 8GB 2 Stick Cross Air dan juga saya membeli sebuah CPU pengganti untuk i3-2330m bawaan laptop menjadi i7-2670qm. Tujuan saya simpel pada saat itu, hanya untuk memperpanjang umur dari Laptop saya ASUS A43SV sehingga dapat menjalankan program berat beberapa tahun kedepan. Laptop yang saya ini miliki belum rusak dan masih dapat digunakan dengan baik, hanya part yang sudah tidak dapat digunakan adalah baterai bawaan nya. Saya sudah mengganti baterainya beberapa kali dengan membeli baterai ke beberapa gerai yang menjual baterai OEM untuk A43SV, tetapi tidak ada satupun yang memenuhi kebutuhan saya, hanya dalam 1 jam baterainya sudah habis dari 100% ke 0%. Hal ini cukup mengganggu bagi saya. Di akhir tahun tersebut saya give up menggunakan baterai dan terus mencolok laptop ke powercord kemanapun saya pergi.

Continue reading “More RAM and 2nd HDD on laptop, More Power Usage (Melepas RAM 8gb dan HDD 1TB)”

Tanpa Hardware Acceleration pada Web Browser : Laptop berumur 10 tahun mampu browsing 2 jam lebih (sedikit)

Awal tahun ini, saya menjual Thinkpad X240 yang saya punya, karena saya jarang menggunakan nya dalam keseharian saya di dalam beraktifitas, karena kegiatan mengajar di kampus dan juga untuk menyiapkan materi terkunci di operating system Windows (Karena Office 365, Visio, Project, Windows Form C#, Crystal Report, dll) dan mahasiswa yang saya ajar juga mostly menggunakan windows. Hal ini membuat Thinkpad pertama saya menjadi mubasir untuk disimpan, karena base on Linux (CentOS, lebih tepatnya XFCE CentOS serta Fedora 32 XFCE), dan ketika saya menggunakan crossOver di Fedora ataupun CentOS, untuk menjalankan Office 365, baterainya menjadi boros dari awalnya 15 jam jadi tinggal 5 jam saja. Padahal sudah dual baterai di Thinkpad nya, tetapi masih saja boros, jadi saya berkesimpulan sih memang Windows product boros, hal ini dikuatkan karena banyak exe app yang saya jalankan dengan WINE itu minim CPU usage nya konstan di 2-3%. Jelas masalah sih itu, kalau CPU usagenya bisa di 1% saya rasa ga akan masalah harusnya. Thinkpad yang saya miliki itu juga sudah di undervolt menggunakan script intel-undervolt (Hanya bisa di generasi 4 ke atas, kalau gen 1,2,3 silahkan nangis dipojokan ga bisa undervolt), efeknya ya tadi itu bisa 15 jam, karena power draw nya kecil sekali.

Continue reading “Tanpa Hardware Acceleration pada Web Browser : Laptop berumur 10 tahun mampu browsing 2 jam lebih (sedikit)”

Kegigit Penalti Kartu Kredit

Sesuai judulnya, saya sedikit mengalami pengalaman pahit barusan ini. Di awal bulan Juli ini, saya sangat santai terhadap semua tagihan yang masuk, karena hawa-hawa WFH ya, jadi kaya tenang sekali, kalau mudahnya disebut santuy. Saya memiliki CreditCard Bank Niaga, yang tanggal tagihannya berdekatan, yaitu tanggal 7 dan tanggal 10. Biasanya saya akan membayar di tanggal 6 untuk kedua kartu tersebut, dan selama 2 tahun lebih saya tidak pernah terlambat dalam membayar kartu kredit. Laporan kartu kredit saya sangat lancar, tidak pernah bayar minimum payment, tetapi selalu bayar pas atau lebih sekian rupiah lah(kadang ada jumlah yang koma koma itu, kalau dibiarkan kena bunga ya kerasa lah).

Continue reading “Kegigit Penalti Kartu Kredit”

WordPress Slowdown : Kesalahan Konfigurasi Firewall

Benar-benar apes kemarin, tidak sampai 2 minggu setelah migrasi dari DigitalOcean menuju Scaleway, terjadi slowdown pada wordpress saya ini. Saya cukup bingung, karena hasil halaman selalu 503 terus ketika mengakses halaman awal blog ini. Saya cukup bingung karena selama 2 minggu ini wordpress ini sudah cukup stabil dan cepat di scaleway. Sebelum hal ini terjadi, setiap malam sebelum tidur, saya selalu mendapatkan email dari jetpack, mengatakan bahwa wordpress saya down, tidak bisa di akses, tetapi karena sudah di cache HTML, saya kurang begitu peduli, karena tetap bisa di akses toh blog ini trafiknya tidak begitu besar, jadi saya tidak pusing.

Continue reading “WordPress Slowdown : Kesalahan Konfigurasi Firewall”

Perpindahan dari DigitalOcean ke Scaleway

Tidak terasa sudah 3 tahun saya menggunakan DigitalOcean sebagai provider di dalam menampung hobby project ataupun proyek produksi. Selama ini saya tidak mengalami banyak permasalahan yang signifikan, hingga selama setengah tahun terakhir sejak seluruh dunia terkena wabah virus corona. Koneksi saya ke Server Singapore sangatlah lambat, terutama jika dari ISP Telkom(Telkomsel, Indihome dll), sehingga saya kesulitan sekali mengkases VPS saya di DigitalOcean, terlebih lagi biaya server DigitalOcean naik karena terkena imbas volatile nya USD terhadap Rupiah.

USD to IDR 2 April 2020 (16k bok)
Continue reading “Perpindahan dari DigitalOcean ke Scaleway”

Import Data MySQL menggunakan LOAD LOCAL INFILE

Seringkali dalam melakukan implementasi sebuah program, diperlukan sebuah inject data untuk mendapatkan data mula-mula baik dari program sebelum nya yang pernah dibuat maupun data pencatatan berupa file excel. Hal ini membuat sulit para pengembang ketika mau melakukan penarikan data awal ke dalam database. Begitu juga di tempat saya bekerja, terdapat client yang menggunakan database yang sudah tidak beredar di pasaran yaitu pervasive db, dan diperlukan penarikan data dari pervasive DB menuju database yang saya gunakan di server deploy/production di kantor, yaitu MySQL.

Data yang dapat di provide oleh vendor perusahaan lain yang bekerja sama dengan kantor kami hanya berupa csv data yang cukup banyak rows nya, dan kami memutuskan untuk melakukan pembuatan import tools untuk data tersebut, agar mudah untuk dimasukan ke dalam DB kami dengan cepat.

Continue reading “Import Data MySQL menggunakan LOAD LOCAL INFILE”