Half 2021 in Nut Shell : Challenge

Well. I just want share some simple though from myself regards 2021, it’s a challenging year! Yeah Challenge always come with opportunities as well, just there’re a lot of quest that need to be done this year. I’m in 2 years teaching as University Lecturer while still pursuing my master degree at the same time. With this, I allocate most of my time in teaching and research, while industries inquiries are put aside, so theoretically I’ve lower income than it should, but at least I can survive for another year with stipend from LPDP(Indonesian Endowment Fund). That helps a lot.

Backup ASUS A43SV Driver Download Link

Hello, this post will be in English, so don’t bother too much. This intended only as a backup Link for ASUS A43SV driver, which ASUS suddenly take down when migrating their site. The original link is https://www.asus.com/id/Laptops/A43SV/helpdesk_download/. I can’t access it since 2 weeks ago, I’m quite lucky to backup the driver. ASUS A43SV already reach 9-10 years old til this post is posted, but as I know for a machine the driver should be available for at least 15 years before taken down. I never seen other vendor like ASUS take down driver before it reach 15 years of its first launch. This’s really bother me, but as a consumer, I can’t argue much, since vendor like ASUS only support a device only for 4 years and they intend to make us change device(laptop, smartphone, even desktop, I dunno why) for each 4 years, beyond that they reject any device repair or such on service center level, at least in Indonesia. I could bring it to any local independent repair shop luckily and they say they still support it, so I’m quite lucky.

I don’t think this applied to other brand like Dell, HP, Lenovo/Thinkpad, or even Axioo or Zyrex (Local brand in Indonesia). So this post also a rant about how ASUS do apply other business standard that deviated from the industry standard. To the point. the link for the driver and BIOS backup is https://drive.google.com/file/d/1kRGBlPu2g7kXplj76bQGEPwQIGHeVmxw/view?usp=sharing. I just hope Google Drive also not put it down, and I hope it last for year to come. I still use A43SV for my daily driver, and it’s already 10 years now, still strong, could stand about 2 hours of usage which is okay, but less by today standard. Anyway I hope we could advocate any computer brand especially ASUS, about their business practice, please follow Industry standard, by providing 15 years of driver support and you can take it down beyond that, because nowdays laptop is still powerful enough for year to come!

I still develop heavy application using C#, Flutter, Ionic, or NodeJS on this A43SV even I run lastest Windows 20H2 without any hiccup til I wrote this post(and year to come), so as my point of view this laptop still capable at least 5 years more. What ASUS did really break my heart. Anyway for anyone seeing this, you could share it to anyone that need this driver too. I hope it help people that need A43SV drivers. Thank you.

Everything – File Indexer Ala locate Linux di Windows (XP, Vista, 7, 8, 10)

Sejak 1 tahun terakhir, saya mencari alternative dari windows indexer yang cepat seperti locate cli di Linux, dengan hanya memasukan nama file pada cli linux, maka kita sudah bisa mencari file dengan cepat, karena locate sudah memiliki database nama file beserta lokasinya di harddisk. Command untuk locate dengan mudah dapat dijalankan sebagai berikut :

$ locate *.py
$ locate *readme*

Tetapi di windows, untuk mencari file, kita hanya bisa menggunakan 2 cara, 1 melalui indexing seperti pada locate, atau mencari file secara manual. Saya sudah menggunakan windows indexing sejak windows 7, tetapi hasil pencarian file tidak akan secepat di linux dan memakan waktu, apalagi sejak menggunakan windows 10, lamban, dan hasil tidak langsung muncul ada delay 1-5s hingga result muncul. Sejak Windows 10, terdapat opsi untuk melakukan indexing ke seluruh hard disk, dan saya mencoba menggunakan nya, hasilnya cukup buruk lambat nya tidak bisa dikira, banyak file yang dicari tidak keluar, dan ketika pada kondisi laptop menggunakan baterai, CPU usage kadang meninggi tanpa alasan yang jelas, membuat umur baterai laptop hanya bisa 30% dari kapasitas aslinya. Catatan tambahan untuk masalah ini, saya sudah menggunakan SSD SATA paling bagus di kelas nya, SAMSUNG 860 EVO, random speed read nya cepat, dan patut diacungi jempol.

This Time Away – Short Movie

Ini adalah sebuah film pendek yang menarik. Silahkan ditonton saja. Saya tidak akan spoiler, karena akan menarik jika di tonton sendiri. Saya cukup kaget karena ternyata film ini baru saja di publish 2 hari lalu… Saya hanya random searching di youtube. But yeah this film is awesome. Just check it below:)

UPDATED

I remove th iframe because it become so slow to load the page with Youtube.js for 2mb js, like… what.. so I decided to remove the iframe and only put the URL here

This time away Youtube Video Iframe

More RAM and 2nd HDD on laptop, More Power Usage (Melepas RAM 8gb dan HDD 1TB)

2 tahun lalu, tepatnya tahun 2017, saya membeli HDD 1TB HGST, dan RAM 8GB 2 Stick Cross Air dan juga saya membeli sebuah CPU pengganti untuk i3-2330m bawaan laptop menjadi i7-2670qm. Tujuan saya simpel pada saat itu, hanya untuk memperpanjang umur dari Laptop saya ASUS A43SV sehingga dapat menjalankan program berat beberapa tahun kedepan. Laptop yang saya ini miliki belum rusak dan masih dapat digunakan dengan baik, hanya part yang sudah tidak dapat digunakan adalah baterai bawaan nya. Saya sudah mengganti baterainya beberapa kali dengan membeli baterai ke beberapa gerai yang menjual baterai OEM untuk A43SV, tetapi tidak ada satupun yang memenuhi kebutuhan saya, hanya dalam 1 jam baterainya sudah habis dari 100% ke 0%. Hal ini cukup mengganggu bagi saya. Di akhir tahun tersebut saya give up menggunakan baterai dan terus mencolok laptop ke powercord kemanapun saya pergi.

Windows CLI powercfg /batteryreport : tools untuk melihat efektifitas baterai

Di post sebelumnya, saya telah membahas cara melakukan penghematan power draw dari baterai laptop dengan melakukan disable hardware acceleration pada web browser dengan catatan web browser hanya digunakan untuk light web browsing saja. Mungkin muncul pertanyaan, bagaiman bisa melakukan measure/menilai ke-efektifkan dari disabling HW Acceleration ini? Kita bisa test dengan melihat report battery dari powercfg.

PowerCFG

PowerCFG adalah sebuah command line interface pada operating system windows yang berfungsi untuk melakukan konfigurasi power plans. Fungsi ini termasuk melakukan analisa kondisi baterai dari laptop yang dimiliki dan memperbaiki permasalahan standar yang sering terjadi terhadap baterai. CLI command ini sudah ada sejak windows xp (sepengetahuan saya), dan saya sering menggunakan nya di windows 7 untuk melakukan aktivasi hibernation dan deaktifasi hibernation pada windows. Selain itu saya juga pernah menggunakan tools ini untuk mencari tahu waketimers apa yang menyebabkan komputer/laptop saya tidak bisa sleep. Tools ini pada desktop(bukan portable laptop), tidak memiliki kemampuan untuk melakukan konfigurasi power plan (seingat saya), jadi high performance, balance, dan powersaver plan ga akan ada di desktop, tetapi tools untuk melakukan pengecekan waketimers masih dapat digunakan.

How I’m Learning to Stay Calm in Difficult Situations

You’ve probably faced your fair share of difficult situations in 2020, perhaps more than any other year. It’s been a tough time for alot of us, not being able to see loved ones, some facing job loss or pay cuts, people around us getting sick, just to name a few. It can be hard to […]

How I’m Learning to Stay Calm in Difficult Situations

Sebuah artikel yang bagus tentang bagaimana cara menghadapi masalah kehidupan dari sisi sekuler. Semoga membantu.

Tanpa Hardware Acceleration pada Web Browser : Laptop berumur 10 tahun mampu browsing 2 jam lebih (sedikit)

Awal tahun ini, saya menjual Thinkpad X240 yang saya punya, karena saya jarang menggunakan nya dalam keseharian saya di dalam beraktifitas, karena kegiatan mengajar di kampus dan juga untuk menyiapkan materi terkunci di operating system Windows (Karena Office 365, Visio, Project, Windows Form C#, Crystal Report, dll) dan mahasiswa yang saya ajar juga mostly menggunakan windows. Hal ini membuat Thinkpad pertama saya menjadi mubasir untuk disimpan, karena base on Linux (CentOS, lebih tepatnya XFCE CentOS serta Fedora 32 XFCE), dan ketika saya menggunakan crossOver di Fedora ataupun CentOS, untuk menjalankan Office 365, baterainya menjadi boros dari awalnya 15 jam jadi tinggal 5 jam saja. Padahal sudah dual baterai di Thinkpad nya, tetapi masih saja boros, jadi saya berkesimpulan sih memang Windows product boros, hal ini dikuatkan karena banyak exe app yang saya jalankan dengan WINE itu minim CPU usage nya konstan di 2-3%. Jelas masalah sih itu, kalau CPU usagenya bisa di 1% saya rasa ga akan masalah harusnya. Thinkpad yang saya miliki itu juga sudah di undervolt menggunakan script intel-undervolt (Hanya bisa di generasi 4 ke atas, kalau gen 1,2,3 silahkan nangis dipojokan ga bisa undervolt), efeknya ya tadi itu bisa 15 jam, karena power draw nya kecil sekali.

Instalasi dan Konfigurasi CHR Mikrotik pada VirtualBox (Kuliah Internetworking)

Ok, pada post kali ini, khusus untuk anak S1 Informatika Profesional ISTTS (di share ke adik kelas kalian ya link nya, haha.. mungkin lupa kalau kalian punya web jurusan), saya membuat post ini untuk supaya kalian bisa melakukan konfigurasi CHR Mikrotik pada VirtualBox. Masa pandemi ini membuat semua pengajar (termasuk saya pribadi), kesulitan di dalam melakukan pengajaran, apalagi kita tahu, kalau mata kuliah Internetworking ataupun yang berbau jaringan, pasti harus hands on di lab, cuman untungnya masih ada-lah Cisco Packet Tracer (Soalnya kalau di lab, kalian bisa pegang Cisco Device beneran sih, dan Praktikum di Lab Cisco/L-106, but not this semester, corona hit us hard boi), tapi masalahnya kalian memaksa saya meminta, “Pak minta diajarin mikrotik”, ya sudah, saya iyai. Ok itu cuman intro saja.